PANGANDARAN Pariwisata berbasis Alam dan Lingkungan Hidup

Wisata Alam Pangandaran – Seiring dengan berkembangnya arus moderenitas yang ditandai dengan pesatnya teknologi, pembangunan fisik dan industrialisasi, menjadikan kita sebagai makhluk sosial yang menuntut adanya interaksi (silaturahmi) dan sebagai entitas yang tidak bisa dipisahkan dengan alam dan lingkungan sekitarnya menjadi terdistorsi.

Dijaman seperti ini, kebanyakan orang disibukan dengan pekerjaan yang monoton, mesin dan teknologi adalah partner kerja kita sehari hari, teknologi informatikan dan media jejaring sosial lainya menjadi alat komunikasi dan informasi bagi kebanyakan orang, tentunya dengan berbagai kekurangan dan keterbatasannya.

Keadaan seperti ini menjadikan kita tidak bisa mengenali dan memahami diri sendiri, orang lain, alam dan sekitarnya sebagai pribadi dan entitas yang utuh. Sebagai suatu kesatuan, kita juga merasa terasing dari lingkungan dan alam sekitar kita.

Ketika pemahaman kita salah terhadap diri sendiri, alam dan mahluk hidap lainnya dan keputusan maupun tindakan kita secara pribadi maupun kolektif juga akan salah, maka akan terjadi distabilitas hubungan manusia, alam dan mahluk hidup lainnya.

Sebagai upaya uantuk memfasilitasi masyarakat untuk meminimalisir tingkat kejenuhan dari rutinitas dan menghindari terjadinya distorsi dan distabilitas hubungan dengan alam dan mahluk hidup lainnya, diperlukan Konsep pariwisata berbasis alam dan lingkungn hidup.

Selain akan memberikan manfaat rekreatif, konsep ini juga akan membantu memberikan pencerahan dengan mengenalkan alam dan mahluk hidup lainnya kedalam kehidupan kita dan para wisatawan. Dengan berbagai pendekatan (edukatif, ekologis, kultural, budaya, religius) melalui berbagai kegiatan wisata, akan memberikan makna positif bagi para wisatawan.

Setelah juli 2006 pemukiman masyarakat, fasilitas umum, lingkungan hidup, struktur sosial budaya dan ekonomi masyarakat di sepanjang pantai Pangandaran lumpuh di terjang tsunami,saat ini mulai pulih kembali dengan indikasi banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran baik domestik maupun luar negeri.

Bila sebelum tahun 2006 identik dengan wisata bahari, saat ini pariwisata di Pangandaran lebih berkembang lagi sampai ke daerah-daerah pegunungan dan perkampungan, hal ini bisa dilihat dengan bermunculannya objek wisata baru seperti,Green Canyon, Citumang, Santirah, Goa Lanang dan sebagainya.

Hampir semua objek wisata yang ada di Pangandaran dan sekitarnya adalah merupakan objek wisata yang berbasis ekologis, berupa pantai dengan berbagai tumbuh-tumbuhan dan mahluk hidup, aliran sungai yang berkaitan erat dengan ekosistem di hulu maupun di hilir, pegunungan dengan berbagai tumbuhan penyangga di sekitarnya. Potensi ini akan menjadi sangat bermaknan secara ekonomis, sosiologis, budaya terlebih dari sisi ekologis.

Pendekatan terhadap masyarakat dan para pelaku wisata serta konsep yang ditawarkan kepada para wisatawan dalam hal ini sangat berperan penting dalam menentukan perkembangan pariwisata di Pangandaran. Selain berperan penting dalam menentukan perkembangan pariwisata di Pangandaran kedepan konsep ini juga akan memberikan pendidikan akan pentingnya keseimbangan alam dan lingkungan hidup terhadap para wisatawan.

Peranan semua kalangan, terutama pemerintah dalam menata, memfasilitasi dan mengolah semua potensi ini juga akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan pariwisata di Pangandaran. Begitupun sebaliknya, apabila tidak ditangani secara serius, tidak mustahil kalau beberapa saat yang akan datang pariwisata di Pangandaran tidak lagi mempunyai daya tarik dikarenakan terjadi kerusakan terhadap tatanan ekologis.

Indikasi di atas sudah sangat terilihat dengan beralih fungsinya bibir pantai, terutama pantai timur dan pantai barat Pangandaran, gundulnya lahan di beberapa aliran sungai di hulu maupun hilir dan kotornya air laut oleh sampah pelastik yang datang dari beberapa muara sungai di sekitar Pangandaran.

Pantai timur dan pantai barat Pangandaran yang merupakan muara bagi para wisatawan saat ini dipenuhi oleh para pedagang, mereka merupakan salah satu pelaku pariwisata yang seyogyanya mendapatkan perhatian serius dari semua kalangan terutama Pemerintah setempat. Perlu diadakan penataan dengan tetap menjaga fungsi pantai sebagai lokasi wisata yang estetis dan ekologis.

Hal yang tidak kalah penting dari aktifitas pariwisata di Kabupaten Pangandaran adalah persoalan sampah. Persoalan sampah merupakan indikasi dan standar utama dari kwalitas pariwisata di suatu daerah. Menjadi mustahil apabila usaha pengembangan pariwisata di suatu daerah tidak diiringi dengan upaya penanganan sampah secara serius, baik di darat maupun di laut.

Persoalan di darat, potensi timbulnya persoalan sampah datang dari semua stake holder yang penyelesaianyajuga berkaitan dengan kesadaran semua stakeholder pariwisata seperti perhotelan, restauran, pedagang, masyarakat, maupun para wisatawan.

Sedangkan persoalan sampah yang banyak ditemukan di laut, terutama di pantai timur Pangandaran, merupakan akumulasi dari sekian banyak sampah yang terbawa oleh beberapa aliran sungai yang bermuara di pantai Timur Pangandaran. Beberapa DAS yang bermuara di pantai timur Pangandaran antar lain: sungai Cikidang, sungai Cialit dan yang paling besar adalah sungai Citandui.

Akumulasi sampah dari waktu ke waktu menjadikan sebagian besar sampah terutama sampah pelastik menjadi mengendap di dasar laut. Hal ini akan berdampak pada terganggunya ekosistem bawah laut. Selain akan merusak perkembangan terumbu karang, rumput laut, berbagai vegetasi dan biota laut lainya. Sampah yang berada di laut akan berdampak pada ekonomi nelayan dan pariwisata di masa mendatang.

Sedangkan kerusakan alam di daerah aliran sungai (DAS), selain akan mengakibatkan pendangkalan dilaut akibat besarnya volume sedimentasi yang yang terbawa oleh air, hal ini juga akan berakibat pada rusaknya tatanan pariwisata, pertanian dan sektor lainya.

Dalam hal ini kesadaran dan pola pikir masyarakat dan semua pelaku wisata sangatlah berperan penting, untuk meminimalisir berbagai dampak negatif yang mungkin terjadi, termasuk didalamnya peran serta pemerintah sebagai lembaga yang dapat memfasilitasi terhadap semua kalangan.

Apabila di dukung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sampah di saat sekarang dan di masa yang akan datang seyogyanya buakn lagi menjadi persoalan, melainkan sebagai anugerah, dimana dari hampir semua jenis sampah terdapan berbagai unsur yang bermanfaat baik secara ekonomis maupun ekologis. (Iwan Sofa)

Pangandaran, September 2015

(Oleh: Iwan Sofa)

Penulis adalah salah seorang pelaku Pariwisata di Pangandaran

Related Post

Rute Menuju Pantai Wisata Pangandaran Jawa Barat Untuk mencapai Pantai Pangandaran baik untuk berwisata atau liburan pribadi maupun rombongan sangatlah mudah. Disamping akses darat yang baik, transpo...
Tips Memilih Hotel dan Penginapan di Tempat Wisata Memilih hotel mungkin bukan menjadi hal yang sangat penting jika perjalanan wisata anda menggunakan jasa paket wisata, karena biasanya penginapan untu...
Harga Paket Water Sport Pangandaran, di Pantai Tim... Harga Paket Water Sport Pangandaran Harga Paket Water Sport Pangandaran di pantai timur tergolong sangat murah, sehingga anda bisa menikmati olah rag...
Harga Tiket Masuk Green Canyon Pangandaran 2016 Harga Tiket Masuk Green Canyon Pangandaran tergolong sangat murah, untuk masuk green canyon pangandaran anda hanya membutuhkan beberapa ribu rupiah sa...